Korelasi Kadar Thyroxine Dengan Thyroid Stimulating Hormon Pada Suspek Penderita Hipertiroid

  • Renowati Renowati Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, FIKES, Universitas Perintis Indonesia
  • Suraini Suraini Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, FIKES, Universitas Perintis Indonesia
  • Jumi Srianti Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, FIKES, Universitas Perintis Indonesia
Keywords: Suspect Hyperthyroidism, T4, TSH, Hipertiroid

Abstract

Suspek Hipertiroid adalah responden yang diduga menderita hipertiroid dengan melihat tanda-tanda klinisanya. Hipertiroid merupakan peningkatan kadar hormon tiroid bebas secara berlebihan yang beredar dalam sirkulasi peredaran darah dalam tubuh, akibat hiperaktivitas kelenjar tiroid yang ditandai dengan peningkatan kadar Free Thyroxine fT4, Thyroxine (T4), Free Triiodothyronine (fT3) atau Triiodothyronine (T3) dan penurunan Thyroid Stimulating Hormone. Dikatakan hipertiroid jika TSH serum<0,3 mU/l dan  T4 > 120 nmol/L, fT4>24,5 pmol/l atau fT3>6,3 pmol. Hipertiroid apabila terjadi peningkatan kadar T3/T4 serum, tetapi TSH serumnya rendah (tidak terdeteksi), karena efek umpan balik negatif dari peningkatan kadar T3/T4 terhadap hipofisis anterior. Hipertiroid dapat didiagnosis secara tepat melalui pemeriksaaan laboratorium dengan menguji kadar hormon tiroid (T4) dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone) di dalam darah. Desain penelitian adalah potong lintang cross sectional yang meneliti hubungan kadar T4 dengan TSH pada suspek penderita hipertiroid. Kadar T4 dan TSH dalam serum diukur dengan metode ELISA. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji korelasi.Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar T4 dengan TSH pada suspek penderita hipertiroid ρ < 0,05. Kadar T4 meningkat sesuai dengan mekanisme umpan balik negatif. Apabila kadar T4 meningkat maka kadar TSH menurun pada suspek penderita hipertiroid

References

Anggi maulana. 2013. Korelasi Kadar T3, T4, Dengan TSH Pada Hipertiroid. Skripsi.Sarjana Stikes Perintis
Bahn RS takeuchi M, Kazarosyan M. 2011. Hyperthyroidisme and other cause of thyroxicosis: management guideline of the American thyroid association and American association of clinical endocrinologist. Endocrine practice . 17:456-520
Benartd MH, Spencer CA, Pearce Simon HS. 2000. Laboratory diagmnosis and monitoring of hyperthyroidisme in adult: in clinical practice guidelines February. Diaksesdarihttp://www.anaes.fr
BP2GAKI. 2013. Laporantahunan 2013. Magelang.
Burtis CA, Ashwood ER. 1994. Thyroid Function InTiez Textbook Of Clinical Chemistry. Philadelphia. WB saunders company. Hlm 1698-1718
Dayan CM.2011. Interpretation Of Thyroid Function Tests. Lancet . 357:619-24.
Ganong, W.F.1998. Review Of Medical Physiology, 17Th Ed. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Hal 322-327.
H Alwi Shahab. 2017. Dasar-Dasar Endokrinologi. Rayyana komunikasindo. Cetakan : 1
Ina K, Prihatin B.S. 2010. Karakteristik Klinis Penderita Hipertiroid Didaerah Endemic Dan Non Endemic Gaki. MGMI Vol. 2.No 1 : 54-68.
j. c. E. Underwood. 1999. Patologi Umum Dan Sistematik. Jakarta : EGC. Vol 2. Hlm 647. Ed. 2.
Jameson, Larry J.Stanley L. Robbins . 2006. Harrison’s Endocrinology. Mcgraw Hill: USA (Hal:86)
Kaplan MM. 1999. Clinical PerdpectiveIn The Diagnosis Of Thyroid Disease clinical chemistry 45:1377-1383.
Kemenkes RI. 2015. Info Data Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI Situasi Dan Analisis Penyakit Tiroid. Jakarta.
Kusrini, Ina S.K. 2010. Nilai diagnostic indeks waynedanindeks Newcastle untuk penampisan kasus hipertiroid. Penelitian kesehatan suplemen. Hlm 613-618.
Madiyono B, Moeslichan M, Sastroasmoro S, Budiman I danPurwanto HS, 2002. Perkiraan Besar Sampel dalam Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. edisi ke 2. Jakart: CV Sagung Seto. Hal 280-281.
Minaoki, andika. 2011. Hipertiroid. Diakses dari http://www.indoroyal.com./infomedis/hipertiroid.htm. 17 februari 2017.
Noni Kartika Sari B, Yusniar Hanani D. 2013. Hubungan Riwayat Pajanan Petisida Pada Ibu Hamildengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Diwilayah Kerja Puskesmas Wanasari Kabupaten Drebes Kesehatan Masyarakat
R Djokomoeljanto. 2009. Kelenjar Tiroid Hipotiroidisme Dan Hipertiroidisme. Dalam : Sudoyo A.W. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta Pusat: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam. Hlm 1993-2015.
R. Djokomoeljanto. 2006. Kelenjar Tiroid, Hipotiroidisme Dan Hipertiroidisme: Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Hal 1933-1943.
Robbins, cotran, richard N. Mitchell. 2008. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit.. Jakarta : EGC hlm 905. Ed 7
Semiardji, Gatut. 2008 .Penyakit Kelenjar Tiroid, Gejala Diagnosis Dan Pengobatan. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Hlm 63-73.
Spencer CA, Takeuchi M, Kazarosyan M. 1996. Current Status And Performance Goals For Serum Thyrotropin (TSH) Assay. Clinical Chemistry.42: 140-145.
Sutjanto, Ari, Ed. 2010. Endokrin Metabolic Kapita Selektat Tirodologi. Surabaya: Airlangga University Press. Seri-1.Hlm 63-73.
Suzuki K, Kawashima A, Yoshihara A,Akama T, Sue M, Yoshida A. 2011. Roleof thyroglobulin on negative feedback autoregulation of thyroid follicular function and growth JEndocrinol. Hal ;209(2):169-74.
Sylvia A. Price. Lorraine M. Wilson. 1995. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.. Jakarta: EGC, jild 2. Hlm 717. Ed 4
Tandra, H. 2011. Mencegah dan mengatasi penyakit tiroid. Gramedia pustaka utama, Jakarta.
Underwood JCE. 2000. Patologi Umum dan Sistematik. Jakarta : EGC. Ed 2. Vol 2. Hal 1398-1399.
Vadivello T, donnan PT, Cochrane L, Leese GP. 2010. The Thyroid Epidemiology, Audit, And Research Study (TEARS) : The Natural History Of Endogenous Subclinical Hyperthyroidisme. J ClinEndocrinolMetab. 2011;96 (1): E1-E8. Doi: 10.1210/Jc.2010-0854
Vinay Kumar, Ramzi S, Cotran , Stanley L. Robbins. 2007. Buku Ajar Patologi., Jakarta : EGC,2007, Vol.2 Hlm. 363-948. Ed.7.
Published
2021-08-07
How to Cite
Renowati, R., Suraini, S., & Srianti, J. (2021). Korelasi Kadar Thyroxine Dengan Thyroid Stimulating Hormon Pada Suspek Penderita Hipertiroid. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(2), 24-30. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/633