Perbandingan Kadar Glukosa Darah Sebelum Dan Sesudah Senam Prolanis

  • Betti Rosita Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, FIKES, Universitas Perintis Indonesia
  • Bahri Zuhelmi Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, FIKES, Universitas Perintis Indonesia
Keywords: Glukosa darah, senam prolanis, Blood glucose, prolanis exercise

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Penyakit yang termasuk dalam kelompok kelainan heterogen ini, ditandai dengan naiknya kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Upaya pemerintah untuk mengendalikan angka kematian karena penyakit ini, bisa dilihat dari diadakannya senam program pengelolaan penyakit kronis atau Prolanis. Senam prolanis dianggap penting untuk dilakukan secara teratur, agar bisa menurunkan kembali kadar glukosa dalam darah. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui hasil kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam prolanis, serta ada atau tidak adanya perbedaan yang bermakna antara kadar glukosa darah dengan melakukan senam prolanis di Puskesmas Naras. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan one group pretest dan postest. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta senam prolanis di Puskesmas Naras yang diambil secara acak sebanyak 30 orang. Responden diberikan perlakuan berupa senam prolanis. Hasil penelitian ini diuji dengan paired T test dependen. Manfaat penelitian dapat memberikan gambaran kepada masyarakat dengan melakukan senam prolanis secara teratur dapat menyeimbangi kadar glukosa darah. Hasil pelitian menunjukkan rata-rata glukosa darah sebelum dilakukan senam prolanis 122,47 mg/dl dan rata-rata glukosa darah sesudah dilakukan senam prolanis 117,23 mg/dl dengan p value = 0,138 > ɑ = 0,05, bisa dikatakan bahwa tak ada hubungan yang signifikan antara penurunan kadar glukosa darah dengan senam prolanis.

References

BPJS Kesehatan, R. (2014). Panduan Praktis PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). BPJS Kesehatan RI , 1-1
Damayanti, S. (2015). Hubungan Frekuensi Senam Diabetes Melitus dengan Kadar Gula Darah, Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah Pada Penderita DM Tipe 2 Di RS Persadia Yogyakarta. J.Med Respati : p.76-88
Depkes, R. (2008, March 25). Pedoman Pengendalian Diabetes Mellitus dan Penyakit Metabolik. diakses melaui www.depkes.go.id
Hidayat, A. (2015). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data . Jakarta: Salemba Medika.
Irianto. Koes (2015). Memahami Berbagai Penyakit . Bandung: Alfabeta.
Lestari, D. (2016, Maret). Senam Aerobic Olahraga.
Mufti T, Dananjaya. Yuniarti, L. (2015). Perbandingan Peningkatan Kadar Gula Darah setelah Pemberian Madu, Gula Putih dan Gula Merah pada Orang Dewasa Muda yang Berpuasa. Jurnal Kedokteran , halaman 69-75.
Muhajir. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Erlangga.
Nabyl, R. (2009). Cara Mudah Mencegah dan Mengobati DM. Yogyakarta: Genius Printika.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2011). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis Edisi 3 . Jakarta: Salemba Medika.
Rahmad, P. (2017). Gambaran Stres Terhadap Pasien DM Tipe II di RSUD Pariaman. Padang: Unand.
Rosjidi, C., Liawati, E. (2013). Panduan Penyusunan Proposal dan Laporan Penelitian untuk Mahasiswa Kesehatan. Ponorogo: Universitas Kesehatan Ponorogo.
Smeltzer, B. &. (2001). Buku ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart. Jakarta: EGC.
Published
2020-12-31
How to Cite
Rosita, B., & Zuhelmi, B. (2020). Perbandingan Kadar Glukosa Darah Sebelum Dan Sesudah Senam Prolanis. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(2), 19-23. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/631