Pengaruh Latihan Menelan Terhadap Kemampuan Menelan Pasien Stroke Dengan Disfagia

  • Reny Chaidir Program Studi Ilmu Keperawatan,Stikes Yarsi Sumbar Bukittinggi
  • Dian Anggraini Program Studi Ilmu Keperawatan,Stikes Yarsi Sumbar Bukittinggi
  • Krisna Busral Program Studi Ilmu Keperawatan,Stikes Yarsi Sumbar Bukittinggi
Keywords: stroke, disfagia, latihan menelan, swallowing theraphy

Abstract

Salah satu penyebab kematian pasien stroke adalah aspirasi pneumonia yang berhubungan dengan disfagia, yang diperkirakan mencapai27%-50 %  .Penatalaksanaan disfagia dapat dilakukan salah satunya dengan latihan menelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan menelan terhadap kemampuan menelan pasien stroke dengan disfagia di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Desain penelitian adalah quasy eksperimen dengan pendekatan control group pretest and post test , pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel berjumlah 50 orang responden dengan pembagian 25 orang responden sebagai kelompok intervensi dan 25 orang responden lagi sebagai kelompok kontrol. Analisa univariat melihat bagaimana kemampuan menelan sebelum dilakukan latihan menelan dengan nilai Mean=48,28 dan setelah dilakukan latihan menelan didapat nilai mean=77,80. Analisa bivariat menggunakan uji t tes. Hasilnya  ada pengaruh yang latihan menelan terhadap kemampuan menelan pasien stroke dengan disfagia setelah diberikan intervensi latihan menelan dengan p value 0,000 ( alpa=0,05 ). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa latihan menelan dapat meningkatkan kemampuan menelan pasien stroke dengan disfagia. Lebih lanjut dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi mandiri keperawatan dalam menangani pasien stroke dengan disfagia.

References

Asmono, Sastro. (2002). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Medis, edisi 3. Jakarta: Sageng Seto.
Budiarto, E. (2006). Metode Penelitian. Jakarta: EGC.
Feigin. (2004). Stroke. Jakarta: Buana Ilmu Populer.
Jenny, J. (2014). Rehabilitasi Medik pada Penderita Disfagia. Manado : FK Universitas Samratulangi Manado.
Mc Cullough.G & Kim. Y. (2013). Effect of The Mendelsohn Maneuver on Extent of Hyoid Movement and UES Opening post Stroke I. NIH Public Acces. Vol. 28 No.4. Diakses pada tanggal 8 November 2019.
Mulyatsih, Enny & Ahmad, Airiza. (2010). Petunjuk Perawatan Pasien Pasca Stroke di Rumah. Jakarta: FKUI.
Nursalam. (2008). Konsep & penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan, pedoman skripsi, tesis, dan instrumen penelitian keperawatan, edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Potter, P.G & Perry, A.G. (2009). Fundamental Keperawatan Buku 2 Edisi 7.Jakarta: Salemba Medika.
Rasyid, Al & Soertidewi, Lyna. (2011). Manajemen Stroke secara Komprehensif. Jakarta: FKUI.
Rasyid, Misbach. (2007). Komplikasi Medis & Tata Laksana. Jakarta: FKUI
RSSN. (2018). Data Jumlah Pasien Stroke. Bukittinggi.
Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. (2015). Buku ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth, edisi 8. Jakarta:EGC.
Smithard DG, et al. The Natural History of Dysphagia Following Stroke. Dysphagia. 2014.
Published
2020-12-31
How to Cite
Chaidir, R., Anggraini, D., & Busral, K. (2020). Pengaruh Latihan Menelan Terhadap Kemampuan Menelan Pasien Stroke Dengan Disfagia. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(2), 8-11. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/628