Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe (Zingiberaceae) Dan Bawang Putih (Allium sativum L) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi

  • Wilda Laila STIKes Perintis Padang
  • Pagar Tiolina Pardede STIKes Perintis Padang
Keywords: Tekanan Darah, Bawang Putih, jahe

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi seringkali disebut sebagai silent killer, karena penderita hipertensi mengalami kejadian tanpa gejala (asymtomatic) selama beberapa tahun dan juga merupakan faktor resiko langsung terhadap timbulnya infark miokard, CVA (cerebrovascular accidents) serta komplikasi lain seperti edema paru, gagal ginjal, dan kebutaan akibat pecahnya pembuluh darah di mata. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian air rebusan jahe dan bawang putih terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental..Populasi adalah seluruh pasien hipertensi di ruang inap penyakit dalam di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dengan jumlah sampel kelompok perlakuan 19 orang dan kelompok kontrol 19 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Paired-Sample T-Test. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap nilai tekanan darah sistolik dan diastolik awal antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan p-value 0.000 dan 0.001. Dan terdapat perbedaan rata-rata yang bermakna pada nilai tekanan darah sistolik dan diastolik akhir  antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol p-value 0.004 dan 0.017. Hasil penelitian ditemukan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan penderita hipertensi agar mengkonsumsi air rebusan bawang putih dan jahe sebanyak 5 gr : 25 gr/hari selama 7 hari untuk menurunkan tekanan darah.

References

Arini Setiawati dan Zunilda S.Bustami. 2006. Antihipertensi. Dalam: Sulistia G. Ganiswarna, Rianto Setiabudy, Frans D. Suyatna, Purwantyastuti, Nafrialdi, editors: Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta: Gaya Baru. p. 329 – 332, 334 - 341.
Depkes,2010. Hipertensi penyebab kematian nomor tiga. http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/810-hipertensi-penyebabkematian-nomor-tiga.html, diakses tanggal 25 Oktober 2016.
Hananto, Sri Ponco Nugroho. 2015. Pengaruh Pemberian Bawang Putih (Allium Sativum Linn) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Dusun Juwet Desa Magersari Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Jawa Tengah : Stikes Muhammadiyah.
Juckett. G. 2004. Herbal Medicine. In Charles R. Craig; Robert E. Stitzel eds: Modern Pharmacology 6th ed. Lippincott: Williams & Wlkins. p.85-9.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Departemen Kesehatan RI. Jakarta; 2007.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Departemen Kesehatan RI. Jakarta; 2013
Setiawan, Dalimartha. 2003. Care You Self hipertensi. : Penebar Plus.Jakarta
Setiawan, Dalimartha. 2008. Herbal Untuk Pengobatan Hipertensi.: Penebar Swadaya.Jakarta
Sustrani. 2004. Hipertensi.: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Published
2020-06-29
How to Cite
Laila, W., & Pardede, P. (2020). Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe (Zingiberaceae) Dan Bawang Putih (Allium sativum L) Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(1), 70. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/572

Most read articles by the same author(s)