Tingkat Pendidikan dan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal terhadap Kejadian Kanker Payudara

  • Yenda Hasnita STIKEs Perintis Padang
Keywords: kanker payudara, tingkat pendidikan

Abstract

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2019, angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama (42,1%) disusul  kanker serviks (23,4%). Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui secara pasti, tetapi berkaitan dengan banyak faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan,dan pemakaian kontrasepsi hormonal. Metode penelitian menggunakan studi analitik dengan desain case control terhadap 294 responden dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung  dengan responden menggunakan lembar kuesioner. Data dianalis Uji Chi-Square. Hasil analisis didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan (p=<0,005;OR =0,51) dan penggunaan kontrasepsi hormonal (p=<0,001; OR=3,93) terhadap kejadian kanker payudara. Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker payudara merupakan salah satu cara mendeteksi secara dini kanker payudara.

References

Ali Akbar Firasi, Eka Yudhanto. Hubungan Usia Terhadap Derajat Diferensiasi Kanker Payudara pada Wanita. Jurnal Kedokteran Diponegoro.2016;5(4):327-336

Festy Ladyani. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 20-40 Tahun Mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai Salah Satu Cara Mendeteksi Dini Kanker Payudara. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2017;4(1):41-50

Gusti Ayu Triara D, Lucia Yovita H. Analisis risiko kanker payudara berdasarkan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal dan usia menarche. Jurnal Berkala Epidemiologi. 2015;(3(1):12-23.

Iin Yulianti. Faktor-Faktor Risiko Kanker Payudara (Studi Kasus pada Rumah Sakit Ken Saras Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;4(4):401 – 409

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI). 2019 (diunduh 29 Juli 2020). Tersedia dari https://www.kemkes.go.id./article/view/1902010003/hari-kanker-sedunia-2019.html

Masriadi. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.CV Trans Info Media.2016.Jakarta

Nanik Widiawaty. Hubungan tingkat pendidikan formal dan tingkat pengetahuan wanita tentang kanker payudara dengan kejadian kanker payudara. Jurnal Komunikasi Kesehatan. 2011;3(2):1-4

Notoatmodjo,S. Konsep Perilaku dan Perilaku Kesehatan dalam Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.2011.Rineka Cipta. Jakarta.Hal133-142

Nurul Isnaini, Elpiana. Hubungan Usia, Usia Menarche dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kebidanan 2017;3(2):103-109

Putri Adinie , Hidayat W, Wida P. Kontrasepsi Hormonal sebagai Faktor Kanker Payudara di RSUD Al-Ihsan Bandung. Jurnal Bandung Meeting on Global Medicine & Health.2017;1(1):112-119

Riset Kesehatan Dasar.Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI tahun 2018.(diunduh 29 Juli 2020). Tersedia http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Sandra, Y. Melatonin dan Kanker Payudara. Majalah Kesehatan Pharma Medika. 2011. Vol 3, No.2: 286 – 291.

WHO.Guidelines For Management of Breast Cancer. 2018. World Health Organization Regional Office for the Eastern. Mediteranean.

Winda M, Asfriyati, Fazidah. Pengaruh Pemakaian Kontrasepsi Hormonal dan Riwayat Keluarga terhadap Kejadian Kanker Payudara di RSUD.Dr.Pringadi Medan. Jurnal Medika Respati. 2018;13(2):39-47

Yenda Hasnita, Wirsma Arif Harahap, Defrin Defrin. Pengaruh Faktor Risiko Hormonal pada pasien Kanker Payudara di RSUP. Dr.M.Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2019;8(3):522-528. https://doi.org/10.25077/jka.v8i3.1037

Published
2020-06-29
How to Cite
Hasnita, Y. (2020). Tingkat Pendidikan dan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal terhadap Kejadian Kanker Payudara. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(1), 139. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/555