Faktor-faktor yag berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan

  • Hendra Mukhlis STIKes Perintis Padang
  • Rahmita Yanti STIKes Perintis Padang
Keywords: Stunting, toddler birth length, birth weight, Balita, panjang badan lahir, berat badan lahir

Abstract

Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Lebih dari sepertiga anak usia di bawah lima tahun tingginya berada di bawah rata-rata. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor tingkat asupan zat gizi (energi dan protein), berat badan bayi, tingkat ekonomi, tingkat pengetahuan, pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu adalah seluruh balita usia 24 – 59 bulan di Puskesmas Pasar Muaralabuh sebanyak 98 anak dengan jumlah sample 37 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Intrument penelitian ini adalah kuesioner, microtoice, timbangan digital, dan kamera. Ujistatistik yang digunakan adalah uji Chi-Square pada program computer. Terdapat hubungan antara panjang badan lahir (p=0,000),  berat badan lahir (p=0,033), pemberian ASI eksklusif (p=0,000)  dan jarak kelahiran (p=0,041). Manfaat penelitian ini adalah untuk dapat memberikan gambaran tentang kejadian stunting yang berkaitan dengan factor-faktor penyebabnya.

References

Terhadap Kejadian Stunting Anak Usia 6-12 Bulan Di Kabupaten Bogor. Tesis. Paskasarjana. Institusi Pertanian Bogor. Bogor.
Kemenkes RI2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes Ri
Khoirun dkk. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting PadaBalita. Media Gizi Indonesia, Vol. 10, No. 1 Januari–Juni 2015: Hlm. 13–19
Mahgoub, Salah E.O, Maria Nnyepi, Theodore Bandeke., 2007. Factors Affecting Prevalence Of Malnutrition Among Children Under Three Years Of Age In Botswana. African Journal of Food Agriculture Nutrition and Development, Vol. 6, No. 1, 2006.
Mamiro, P.S., Kolsteren, P., Roberfroid, D., Tatala, S., Opsomer, A.S., Camp, H.V., 2005. Feeding Practices and Factors Contributing to Wasting, Stunting, and Iron-deficiency Anaemia among 3-23-month Old Children in Kilosa District, Rural Tanzania. J Health Popul Nutr 23 (3): 222-230.
Nasikhah, R. 2012. Faktor-faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24- 36 bulan di Kecamatan Semarang Timur. Artikel Penelitian. Program Studi Ilmu Gizi Universitas Diponegoro. Semarang.
Ni'mah K, Nadhiroh SR. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting balita. Media Gizi Indonesia. 2015;Vol. 10, No. 1 Januari–Juni.
Novi, A. 2013. Hubungan antara Kebersihan Diri dan Lama Tinggal Dengan Kejadian Penyakit Skabies di Pondok Pesantren Al-Hamdulillah Rembang. Skripsi : UMS.

Neldawati. 2006. Hubungan Pola Pemberian Makan pada Anak danKarakteristik Laain dengan Status Gizi Balita 6-59 Bulan di LaboratoriumGizi Masyarakat Puslitbang Gizi dan Makanan (P3GM) (Analisis DataSekunder Data Balita Gizi Buruk Tahun 2005) (Skripsi). Depok: FKM UI
Oktarina, Zilda, dkk. 2013. Faktor Risiko Stunting Pada Balita (24—59 Bulan)di Sumatera. Jurnal Gizi dan Pangan, November 2013, 8(3): 175—180
Perignon, et al., 2014. Stunting, Poor Iron Status and Parasite Infection Are Significant Risk Factors for Lower Cognitive Performance in Cambodian School-Aged Children. Plos One 9 (11).
Proverawati, A dan Wati, E K. 2011. Ilmu Gizi untuk Perawat dan Gizi Kesehatan. Yulia Medika. Yogyakarta.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Infodatin. 2017, Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. Jakarta
Ramli, dkk. 2009. Prevalence and Risk Factors for Stunting and Severe Stunting Among Under-fives in North Maluku Province of Indonesia. BMC Pediatric.
Robert dkk. (2008). Maternal and Child Undernutrition 1; Maternal and ChildUndernutrition: Global and Regional Exposures and HealthConsequences.The Lancet, 371: 243-260
Rosha, Bunga Ch, Hardinsyah Hardinsyah, and Yayuk Farida Baliwati, 2007. Analisis Determinan Stunting Anak 0-23 Bulan Pada Daerah Miskin Di Jawa Tengah Dan Jawa Timur (Determinant Analysis Of Stunting Children Aged 0- 23 Months In Poor Areas In Central And East Java). Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
Rahayu, Atikah, dkk. 2015. Riwayat Berat Badan Lahir dengan KejadianStunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun Kesmas. Jurnal KesehatanMasyarakat Nasional, 9(3):67-73
Syarfaini. 2013. Gambaran Pola Pengasuhan Gizi pada Anak Balita di Kecamatan Tapalang Kab. Mamuju Prop. Sulawesi Barat. Jurnal kesehatan Vol. VII (1).
Suciari, Luh Sri. 2015. Hubungan Antara Status Gizi Saat Hamil, Panjang BadanLahir, Berat Badan Lahir, dan Umur Awal Pemberian MP-ASI DenganKeadaan Stunting pada Balita Umur 24-59 Bulan di UPT PuskesmasProgram Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FakultasKedokteran Universitas Udayana
Susilowati, dkk. (2010). Breast-feeding duration and children’s nutritionalstatusatage 12-24 months. Paediatr Indones, 50:56-61
Unicef. 2009. Tracking Progress on Child and Maternal Nutrition a Survival and Development Priority. New York. USA
Published
2020-06-29
How to Cite
Mukhlis, H., & Yanti, R. (2020). Faktor-faktor yag berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(1), 127. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/554

Most read articles by the same author(s)