Pengaruh Infeksi Kecacingan Terhadap Nilai Laju Endap Darah

  • Suraini Suraini STIKes Perintis Padang
  • Latifa Irwan STIKes Perintis Padang
Keywords: : infeksi, cacing, nilai, laju endap darah

Abstract

Penyakit infeksi cacing sering dijumpai pada siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena pada  usia sekolah dasar ini anak-anak masih sering bermain dan kontak dengan tanah. Untuk menegakkan diagnosis kecacingan diperlukan pemeriksaan laboratorium dengan melakukan pemeriksaan feses. Pemeriksaan laboratorium rutin yang sering digunakan untuk penanda infeksi adalah pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh infeksi kecacingan terhadap hasil pemeriksaan Laju Endap Darah pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini survei dengan rancangan penelitian cross sectional yang bersifat  korelasional dengan pendekatan laboratorik. Populasi penelitian  adalah semua siswa SDN 06 Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Padang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak sampel 64 orang siswa dengan kriteria sampel yang bertempat tinggal di daerah pinggir pantai Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari–Juli tahun 2019 di laboratorium biomedik STIKes Perintis Padang. Hasil pemeriksaan sampel feses didapatkan 20 siswa SDN 06 (31.2%) terinfeksi kecacingan dengan jenis telur cacing yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Pada siswa yang terinfeksi kecacingan dilanjutkan dengan pemeriksaan Laju Endap Darah. Hasil pemeriksaan Laju Endap Darah  didapatkan bahwa 65% mengalami peningkatan nilai Laju Endap Darah. Uji statistik dilakukan dengan uji chi-square dengan menggunakan software SPSS 16.0 dan didapatkan hasil p value 0,04 dimana (p value < 0.05) artinya terdapat pengaruh yang bermakna antara infeksi kecacingan terhadap hasil pemeriksaan nilai Laju Endap Darah. Simpulan dari penelitian ini bahwa terjadi peningkatan Nilai Laju Endap pada murid SD N 06 Pasir Jambak Padang yang terinfeksi cacing.

References

Basalamah, M. F., Kedokteran, F., Sam, U., M, B. F., Transmitted, S., & Infections, H. (2013). Soil Transmitted Gmim Buha Manado. 1–6.
Fatimah, F., Sumarni, S., & Juffrie, M. (2012). Derajat keparahan infeksi Soil Transmitted Helminths terhadap status gizi dan anemia pada anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 9(2), 80. https://doi.org/10.22146/ijcn.15384
Immune, T. H. E., In, R., Infection, W., Puskesmas, A. T., & Karang, T. (2018). Gunarti, Erlin Yustin Tatontos, Urip: Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Mataram Jl.Prabu Rangkasari Dasan Cermen Sandubaya Mataram 162. I, 162–168.
Kasih, K. N., & Sulastina, N. A. (2019). Analisis Laju Endap Darah Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 4(1), 44–52. https://doi.org/10.36729/jam.v4i1.232
Khalaf Ali, J., Abed Mohsin Al-Haboobi, Z., Ali Khesbak, A., & Sahib Hadi, S. (2019). Protozoa Infections and Celiac disease: Relationship and hematological study among children under five years. Journal of Physics: Conference Series, 1294(6). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1294/6/062064
Khalida, F., Rusjdi, S. R., & Yusrawati, Y. (2020). Hubungan antara infeksi Soil Transmitted Helminth dengan kejadian atopi pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 9(1S), 51–58. https://doi.org/10.25077/jka.v9i1s.1155
Lee, S. H., Park, H., & Yu, S. T. (2015). Diphyllobothrium latum infection in a child with recurrent abdominal pain. Korean Journal of Pediatrics, 58(11), 451–453. https://doi.org/10.3345/kjp.2015.58.11.451
Novianty, S., Pasaribu, H. S., & Pasaribu, A. P. (2018). Faktor Risiko Kejadian Kecacingan pada Anak Usia Pra Sekolah. J Indon Med Assoc, 2(2), 86–92.
Pantai, E. P. H. D. (2018). 2,3 235. 6, 235–240.
Rosyidah, H. N., & Prasetyo, H. (2018). Prevalensi Infeksi Cacing Usus Pada Anak Di Kampung Pasar Keputran Utara, Surabaya Tahun 2017. Journal of Vocational Health Studies, 01(01), 117–120. https://doi.org/10.20473/jvhs
Rusdji, S. R. (2015). Infeksi Cacing dan Alergi. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 322–325. https://doi.org/10.25077/jka.v4i1.241
Setiana, F. D., & Purwita, H. (2018). Perbandingan Nilai Rerata Led Metode Westergreen Menggunakan Darah Edta Dan Nacl 0,86 % Dengan Perbandingan Pengenceran 4 : 0,5 Dan 4 : 1 Pada Pasien Tersuspek TB PARU. Bioscience, 2(1), 29. https://doi.org/10.24036/02018219968-0-00
Sofiana, L., Gustina, E., Wardani, Y., Ayu, S. M., Diya, A., & Maula, N. (2019). the Correlation Between Worm Infections and Nutritional Status Among Elementary. 1, 1–8.
Susilawati, N. M., & Smaut, R. K. (2017). Prevalence Parasite Soil Transmitted Helminths In Children Age 2-9 Years In Residents Works 04 Sub-Batakte Districts of West Kupang In 2017. Jurnal Info Kesehatan Vo 15, No.1, Juni 2017, Pp. 204-211 P-ISSN 0216-504X, E-ISSN 2620-536X, 15(1), 204–211.
Weatherhead, J. E., & Hotez, P. J. (2015). Worm infections in children. Pediatrics in Review, 36(8), 341–352. https://doi.org/10.1542/pir.36-8-341
Published
2020-06-29
How to Cite
Suraini, S., & Irwan, L. (2020). Pengaruh Infeksi Kecacingan Terhadap Nilai Laju Endap Darah. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 3(1), 25. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/552