Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Relawan Bencana Dengan Keterampilan Melakukan Triase Metode Start Di Kota Bukittinggi

  • Aldo Yuliano Mas Putra STIKes Perintis Padang
  • Kalapana Kartika STIKes Perintis Padang
  • Muhammad Alfandi STIKes Perintis Padang
Keywords: Pengetahuan, Keterampilan Relawan, Metode Triage START, sikap

Abstract

Metode Triage START adalah sistem triase yang sederhana dan mudah digunakan atau diterapkan dalam pemilihan menggunakan warna merah, kuning, hijau, hitam. Triage adalah tindakan memilih korban sebelum ditangani dengan cepat berdasarkan berat luka yang harus diprioritaskan. Triase metode START sangat diperlukan sebelum petugas kesehatan datang untuk membantu. Relawan bencana memiliki fungsi yang sangat penting untuk menyelamatkan korban bencana, terutama di Kota Bukittinggi, harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan triase metode START. Pada kenyataannya masih ada banyak sukarelawan bencana yang tidak memiliki pengetahuan dan sikap dalam keterampilan untuk melakukan triase metode START. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan keterampilan dalam melaksanakan metode triase START di Kota Bukittinggi pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi cross-sectional. Hasil penelitian lebih dari separuh responden yang terampil memiliki pengetahuan tinggi 47 (52,8%) dan hasil penelitian lebih dari setengah responden memiliki sikap positif yaitu 48 (53,9%), sedangkan hasil keterampilan penelitian lebih dari setengah sukarelawan terampil adalah 55 (61,8%) dalam triase metode START, sehingga ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap relawan dengan keterampilan untuk melakukan triase metode START di kota. Bukittinggi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 89 sukarelawan di Kota Bukittinggi, penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel dengan stratified sampling. Analisis pengetahuan relawan diperoleh p = 0,001, dengan OR = 0,203, sedangkan sikap relawan diperoleh p = 0,3474, dengan OR = 3,474. Disimpulkan bahwa pengetahuan relawan dan sikap relawan secara statistik terkait dengan keterampilan relawan dalam melaksanakan metode triase START. Direkomendasikan bahwa BPBD Bukittinggi memberikan pelatihan tentang tanggap darurat bencana, terutama dengan triase metode START.

References

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur penelitian, suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Bima Aksara.
Anwar, Prabu Mangkunegara. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.
Bertnus. (2009).Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan.
BNPB. (2011).Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 17 Tahun 2011.Pedoman Relawan Penangulangan Bencana.
Dewi, (2011).Konsep Dasar Triage Instalasi Gawat Darurat Konsep Dasar Keperawatan Gawat. Skripsi
Dharma, K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Trans Info Media: Jakarta
Kartikawat.Dewi. (2011). Buku Ajar Dasar- Dasar Kegawat daruratan. Jakarta: Salemba Medika.
Loiselle, C.G., Profetto-McGrath, J., Polit, D.F, & Beck, C.T (2004). Canadian Essentals of Nursing Research. Philadelphia: Lippincott Wiliams & Wilkins.

Musliha. 2010. Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta: Nuha Medika
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S.( 2003). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Oman, dkk (2008), Panduan belajar keperawatan emergency, Jakarta: EGC
Ramsi, IF dkk (2014). Basic life support, edisi 13. Jakarta : EGC.
Published
2019-12-20
How to Cite
Putra, A., Kartika, K., & Alfandi, M. (2019). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Relawan Bencana Dengan Keterampilan Melakukan Triase Metode Start Di Kota Bukittinggi. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 2(1), 52. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/374