HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN ZINK TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI SDN 11 KAMPUNG JUA KECAMATAN LUBUK BEGALUNG

  • Yensasnidar Yensasnidar stikes perintis padang
  • Tika Dwi Adfar STIKes Perintis Padang
  • Besty Hastini STIKes Perintis Padang
Keywords: Kata Kunci :Asupan Energi, Protein dan Zink

Abstract

ABSTRAK

 

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, protein dan zink terhadap kejadian stunting pada siswa SDN 11 Kampung Jua Kecamatan Lubuk Begalung Tahun 2019.

Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional, jumlah sampel sebanyak 75 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan FFQ semi quantitatif.Penelitian ini dilakukan  di SDN 11 Kampung Jua Kecamatan Lubuk Begalung di bulan Juni 2019. Sampel berumur 7-12 tahun. Analisa bivariate dilakukan dengan uji statistic dengan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05).

 Hasil penelitian distribusi frekuensi status gizi siswa SDN 11 Kampung Jua Kecamatan Lubuk Begalung terdapat (57,3%) berstatus gizi stunting, dan (42,7%) berstatus gizi normal, distribusi frekuensi asupan energi terdapat (18,7%) yang memiliki asupan energi kurang dan (81,3%) yang memiliki asupan energi cukup, distribusi frekuensi asupan protein  terdapat (25,3%) yang memiliki asupan protein kurang dan (74,7%) yang memiliki asupan protein cukup, distribusi frekuensi asupan zink terdapat (73,3%) yang memiliki asupan zink kurang dan (26,7%) yang memiliki asupan zink cukup. Hasil penelitian ini dibuktikan dengan uji statistik asupan energy (p = 0,037), asupan protein (p= 0,013) dan asupan zink  (p= 0,000)

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara asupan energi, asupan protein dan asupan zink terhadap kejadian stunting pada siswa SDN 11 Kampung Jua Kecamatan Lubuk Begalung Tahun 2019.

 

 

 

References

DAFTAR PUSTAKA

Adriani M, Bambang W (2014) Gizidan Kesehatan Balita (peranan Mikro Zinc pada pertumbuhanbalita ).Jakarta : kencana

Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.

Almatsier, S, Soetardjo, S, &Soekatri, M. 2011. Gizi seimbangdalam daur kehidupan,Jakarta, PTGramedia Pustaka Umum

Almatsier, Sunita. 2013. Prinsipdasar ilmu gizi. Jakarta, PTGramedia Pustaka Umum

Arisman, 2009. Gizi Dalam DaurKehidupan, Jakarta, EGC.

Anindita, P.2012 Hubungan

Tingkat Pendidikan Ibu,PendapatankeluargaKecukupan Protein, & zinc dengan Stunting (Pendek) Pada Balita Usia 6-35 Bulan di Kecamatan TembalabgKota semarang, Jurnal Kesehatan

Masyarakat Vol. No. 2 :617-626.

Anshori,H. A.2013. Factor resikokejadian stunting pada anak usia 12

bulan (Studi di kecamatan

semarang timur). Universitas

siponegoro. Journal of Nutrition

College, Vol.2 No. 4

Aridiyah, F. 2015. Faktor –Faktor

YangMempengaruhi Kejadian

Stunting Pada Anak Balita

Diwilayah Pedesaan dan Perkotaan. E-Journal Pustaka Kesehatan Vol.3 No.1 : 163-170

Fitri. 2012. Berat Lahir Sebagai Faktor Dominan Terjadunya Stunting pada Balita (12-59) bulan di Sumatera ( Analisis Data RIskesdas 2010 (Thesis). Depok: FKM UI

Gibney , M., Margetts, B.,Kearey , J., Arab, L. 2008 Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Harahap, A. M. F., Sudartyati, E & Ardiani, F 2014. Gambaran Konsumsi Zat Besi,Seng dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar di SDN No. 060813 Kelurahan Pasar Merah Barat Kecamatan Medan Kota 2014. FKM USU

Hardinsyah & Supariasa, D. N.2016. Ilmu Gizi Teori & Aplikasi, Jakarta , Penerbit Buku Kedokteran : EGC

Hidayati,T.S& Jahari, A. B.2012. Perilaku pemanfaatan Posyandu.Hubungan

dengan Status Gizi dan morbiditas balita,buletin penelitian kesehatan vol. 40. No 1

Kemenkes 2013. Riset Kesehatan Dasar ( RISKESDAS) kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusharisupeni. 2011. Peran Status Kelahiran Terhadap Stunting Pada Bayi : Sebuah StudiProspektif. Jurnal Kedokteran Trisakti, 23(3), 73–80.

Marimbi. 2010 Tumbuh Kembang,Status Gizi dan Imunisasi pada Balita.

Yogyakarta : Nuhu Medika

Prabantini, D. 2010. A to Z Makanan Pendamping Asi. Yogyakarta: ANDI

Salimar,Dkk. 2013. Stunting Anak Usia Sekolah di Indonesia Menurut Karakteristik keluarga. Penelitian Gizi dan Makanan, Desember 2013 Vol. 36 (2) : 121-126

Sari, E.M,Juffrie., Nurani, N & Sitaresmi, M. N 2016 Asupan Protein, Kalsium dan Fosfor pada Anaka Stunting dan Tidak Stunting Usia 24-59 Bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. Vol 12 No 4.

Stephenson, K. et. Al 2010. “consuming cassava as a staple food places children 2-5 years old at risk for inadequate protein inteke , an observational study in kenya and nigeria”. Nutrition Jurnal, 9:9. Diakses pada tanggal 10 juli 2018 dari Nutritionj.com

Supriasa, D. N, Bakri, B. & Fajar, I. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGCRiskesdas.2010 Laporan Hasil 20 Riset kesehatan dasar Indonesia tahun 2009 Jakarta Depertemen Kesehatan RI Riskesdas (2013). Riset Kesehatan Dasar Laporan Nasional 2013.Badan penelitian & Pengembangaan Kesehatan DepKes RI.

WHO. Nutrition Landscape Information System (NLIS) County Profil Indicators : Interpretion Guide. Switzerlan :WHO press 2010

WHO, 2013. Child Grow Indikator And Their Interperetion

Widanti,Y. A. 2016. Prevalensi , Faktor Resiko, dan Dampak Stunting pada anak usia sekolah. Artikel penelitian diakses pada tanggal 4 November 2017

Published
2020-02-21
How to Cite
Yensasnidar, Y., Adfar, T., & Hastini, B. (2020). HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN ZINK TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI SDN 11 KAMPUNG JUA KECAMATAN LUBUK BEGALUNG. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 2(1), 41. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/332