DAMPAK GANGGUAN MUSKOLOSKELETAL AKIBAT PEKERJAAN PADA PERAWAT di RSI SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2019

  • Zifriyanthi Minanda Putri Universitas Andalas
  • Dewi Murni Universitas Andalas
  • Esthika Ariany Maisa Universitas Andalas
  • Ilfa Khairina STIKes Perintis Padang
  • Muthmainnah Muthmainnah STIKes Perintis Padang
Keywords: Dampak, Gangguan muskoloskeletal, Perawat

Abstract

Gangguan muskoloskeletal akibat pekerjaan digambarkan sebagai gangguan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pekerja pada sistem muskoloskeletal dan merupakan kategori penyakit tidak menular. Gangguan muskoloskeletal akibat pekerjaan dapat berdampak negatif terhadap kepegawaian, pelayanan perawatan yang secara langsung mempengaruhi pasien dan institusi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi pengalaman perawat terkait dampak gangguan muskoloskeletal akibat pekerjaan di RSI Siti Rahmah Padang. Data dari penelitian ini diperoleh dari 7 partisipan. Data diperoleh melalui wawancara dengan partisipan yang direkam setelah itu dibuat dalam bentuk transkrip wawancara. Hasil penelitian ditemukan 3 tema pengalaman perawat terkait dampak gangguan muskoloskeletal akibat pekerjaan. Partisipan menyatakan:  gangguan muskuloskeletal dirasakan mengganggu pekerjaan perawat; mengurangi keluhan dengan minum obat pereda nyeri, pemijatan, beristirahat, dan mengikuti terapi anjuran dokter untuk perbaikan nyeri;  berharap adanya pemeriksaan kesehatan rutin/ berkala di tempat kerja untuk mencegah & meminimalisir dampak gangguan muskoloskeletal yang dirasakan Disarankan rumah sakit memiliki strategi ergonomic dalam mencegah dan mengatasi gangguan muskoloskeletal akibat pekerjaan terutama pada perawat.

References

American Nurses Association. (2011). ANA 2011 health & safety survey report. Retrieved from www.nursingworld.org

Azma, N. B., Noah, R., & Azma Amin Jeffrey, N. (2016). Work Related Musculoskeletal Disorders in Female Nursing Personnel: Prevalence and Impact. International Journal of Collaborative Research on Internal Medicine & Public Health, 8(3), 294–315.

Carayon, P. (2012) Human Factors and Ergonomics in Health Care and Patient Safety. Second Edition. Boca Raton, FL: CRC Press.

Dawson, A. P., Mclennan, S. N., Schiller, S. D., Jull, G. A., & Hodges, P. W. (2007). systematic review, 642–650. https://doi.org/10.1136/oem.2006.030643.

Dharma., K.K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan: Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Jakarta: Tran Info Media.

Dyck, Dianne E G. (2015). Are We Making A Difference? Work Absence Changes. Journal : The Official Publication of the Ontario Occupational Health Nurses Association; Toronto Vol. 34, Iss. 1.

Kim, S. E., Chun J., Hong, J. (2013). Ergonomic Interventions as a Treatment and Preventative Tool for Work-Related Musculoskeletal Disorders, 6(3), 339–348.

Kim, S. A., Oh, H. S., Suh, Y. O., & Seo, W. S. (2014). An integrative model of workplace self-protective behavior for Korean nurses. Asian Nursing Research, 8(2), 91–98. https://doi.org/10.1016/j.anr.2014.05.00

Paul Leigh. J., Markis, Carrie A., MariaIosif. Ana,. Romano. PS. (2014). California’nurse-to-patient ratio law and occupational injury.

Rogers, B., Buckheit. K., Otendorf. J. (2013). Ergonomics and Nursing in Hospital Environments. Workplace Health & safety. Vol. 61, No. 10.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Published
2020-02-21
How to Cite
Putri, Z., Murni, D., Maisa, E., Khairina, I., & Muthmainnah, M. (2020). DAMPAK GANGGUAN MUSKOLOSKELETAL AKIBAT PEKERJAAN PADA PERAWAT di RSI SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2019. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 2(1), 133. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/330