Uji Daya Hambat Cairan Pembersih Lensa Kontak Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus

  • Sri Indrayati STIKes Perintis
  • Aulia Vebby Amelia
Keywords: Staphylococcus aureus, cairan pembersih, lensa kontak, daya hambat

Abstract

ABSTRAK

 

Penggunaan lensa kontak dapat menimbulkan dampak negatif berupa infeksi mata oleh mikroorganisme. Salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi mata adalah Staphylococcus aureus. Sebagian faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi mata terkait penggunaan lensa kontak adalah cairan pembersih lensa kontak yang tidak efektif dalam membunuh bakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui daya hambat cairan pembersih lensa kontak dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental disc diffusion dengan mengukur diameter zona hambat disekitar pertumbuhan bakteri pada media MHA (Mueller-Hinton Agar), dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan cairan pembersih lensa kontak dengan 4 merk berbeda (A, B, C, dan D), kontrol negatif aquadest, kontrol positif amoxillin, dengan ulangan 6 kali ulang. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya diameter zona hambat yang terbentuk pada cairan merk A, B, C, dan D (konsentrasi desinfektan 0%, 0.0001%, 0%, dan 20%). Maka dapat disimpulkan bahwa cairan pembersih lensa kontak dengan konsentrasi desinfektan 0%, 0.0001%, 0%, dan 20% tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

 

 

 

References

Academy of Vision Care. (2011). Contact Lens Maintenance: Lens Care Solutions and Compliance. Bausch & Lomb Incorpororated. Diunduh dari http://www.academyofvisioncare.com/files/documents/lens-carearticle

American Optometric Association (2011). Facts and stats. http://www.aoa.org/ patients-and-public/caring-for-your vision/contact-lenses/facts-and-stats.

Azhari, Taufik. S., 2014. Uji Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) Tergadap Pertumbuhan Staphylococus aureus Secara In Vitro. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar.

Durairaj, S. Srinivasan. 2009. Uji Daya Anti Bakteri Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Bakteri S. aureus, E. Coli, Salmonella typhimurium dan Pseudomonas auroginosa Dalam Meningkatkan Kemampuan Pangan. Informatika Pertanian, Vol. 24, No. 1, Juni 2015 : 53-58.

Griggs Kim (2009). Contact lenses care. http://proquest.umi.com/pqdweb? did=1737369621&sid=5&Fmt=3&clientId=45625&RQT=309&VName=PQD –

Harmita dan Radji, M., 2008. Kepekaan Terhadap Antibiotik, Dalam: Buku Ajar Analis Hayati, Ed.3. EGC, Jakarta: 1-5

Kalaiyarasan (2007). Contact lens fitting. AES Illumination, 2(4) : 20-24.

Loh KY and Agarwal P (2010). Contact lens-related corneal ulcer, Malaysian Family Physician, 1(5) : 6-8.

Radhiatul. 2016. Daya Hambat Cairan Perawatan Lensa Kontak terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas: Padang.

Moriyama AS and Lima ALH (2008). Contact lens-associated microbial keratitis. Arq Bras Oftalmol, 71(6) : 32-36.

Prawiro, H.2013. Ekologi Lingkungan Pencemaran. Satyawacana. Semarang.

Willcox MDP, Carnt N, Jennie D, Naduvilath T, Evans V (2010). Contact lens case contamination during daily wear of silicone hydrogels. The Journal of American Academy of Optometry, 21 : 1-15.

Yung MS, Boost M, Cho P, Yap M (2007). Microbial contamination of contact lenses and lens care accessories of soft contact lens wearers (university students) in Hong Kong. Opthalmic Physiol Opt, 27(1) : 11-21.

Published
2020-02-21
How to Cite
Indrayati, S., & Amelia, A. (2020). Uji Daya Hambat Cairan Pembersih Lensa Kontak Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 2(1), 18. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/327