EFEKTIFITAS ANTI JAMUR CAMPURAN REBUSAN JAHE (Zingiber officinale) DAN KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans

  • Suraini Suraini STIKes Perintis Padang
Keywords: Daya hambat, Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma domestica), Candida albicans.

Abstract

Obat tradisional yang lebih dikenal sebagai jamu telah meluas sejak zaman nenek moyang dan terus dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki keanekaragaman obat tradisional yang terbuat dari bahan alami. Penggunaan bahan alami sebagai obat tradisional semakin meningkat karena aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping, berbeda dengan obat kimia yang mengakibatkan efek samping bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jumlah yang besar. Dari sekian banyak tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman obat tradisional diantaranya adalah jahe (Zingiber officinale) dan Curcuma domestica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas anti jamur rebusan jahe (Zingiber officinale), rebusan kunyit (Curcuma domestica) dan campuran rebusan jahe dan kunyit terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan metode difusi yaitu melihat efektivitas antifungi yang terkandung dalam campuran air rebusan jahe (Zingiber officinale) dan kunyit (Curcuma domestica) terhadap pertumbuhan Candida albicans dengan memakai berbagai variasi konsentrasi. Konsentrasi rebusan jahe dan kunyit adalah konsentrasi 100% berasal dari 25 g jahe dan 25 g kunyit yang direbus dengan aquabidesh dengan volume 100 ml. Kemudian diencerkan dengan aquabides hingga berkonsentrasi 80%, 50% dan 20%. Parameter yang di ukur adalah besarnya diameter yang terbentuk disekitar kertas cakram. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 6 kali pengulangan dan menggunakan SPSS dengan uji Anova One Way. Hasil penelitian didapatkan rata-rata diameter daya hambat yang terbentuk dengan perlakuan konsentrasi 20%, 50%, 80% dan 100% secara berurutan adalah 7,8 mm, 8,6 mm, 12 mm, dan 13,3 mm. Terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram membuktikan bahwa campuran rebusan jahe dan kunyit bersifat anti jamur terhadap Candida albicans. Kemudian dilakukan uji lanjutan untuk membandingkan besarnya diameter zona hambat antara campuran rebusan jahe dan kunyit dengan rebusan jahe saja dan rebusan kunyit saja.

Konsentrasi terendah yang digunakan adalah 20% mempunyai daya hambat 7,8 mm. Penghambatan yang terjadi pada Candida albicans tersebut membuktikan bahwa campuran rebusan jahe dan kunyit mengandung senyawa aktif yang bersifat anti jamur seperti tanin, minyak atsiri, palmitic acid, alkaloid flavonoid dan terpenoid.

Kata kunci: Daya hambat, Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma domestica),

Candida albicans.

References

DAFTAR PUSTAKA
Ali, B.H., G. Blunden, M. O. Tanira dan A. Nemmar. 2008. Some phytochemical, pharmacological and toxicological properties of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review of recent research. Food and Chemical Toxicology. 46 : 409–420.

Arenas R, Estrada R. Tropical Dermatology. Georgetown : Landes Bioscience; 2001. 17-22.

Arisandi, Y dan Yovita, A.2008. Khasiat Tanaman Obat. Jakarta: Pustaka Buku Murah.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 23rd Edition. Singapore : McGraw-Hill; 2004. 39-40, 58-9, 431-4.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 23rd Edition. Singapore : McGraw-Hill; 2004. 39-40, 58-9, 431-4.

Citiulo F, Moran GP, Coleman DC, Sullivan DJ. 2009. Purification and germination of Candida albicans and Candida dubliniensis chlamydospores cultured in liquid media. FEMS.Yeast Res. 9:1051-1060

Hambali, E . 2005. Membuat Aneka Herbal Tea. Jakarta: Penebar Swadaya.

Harlis. 2011. Uji aktivitas anti bakteri ekstrak patikan kerbau (Euphorbia hirta L) terhadap pertumbuhan E.coli. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 13, ( 1) : 43-48

Hartono. Ida n, fany, wiryanto. 2005. Pengaruh Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap Peningkatan Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) akibat Pemberian Asetaminofen. Jurnal Biofarmasi 3 (2): 57-60, ISSN: 1693-2242.

Indah, Kartika PS., Periadnadi dan Nasril Nasir. 2013. Uji Antimikroba Ekstrak Segar Jahe-Jahean (Zingiberaceae) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.) 2(1) – Maret 2013 : 20-24 (ISSN : 2303-2162).

Jawetz, E., J. L. Melnick dan E. Adelberg. 2005. Mikrobiologi Kesehatan. Penerbit Buku Kesehatan. Jakarta

Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernage RM. Medical microbiology. 10th Edition. Stuttgart : Thieme; 2005. 362-4.

Magdalena M. 2009. Candida albicans. [Terhubung berkala]. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1935/1/09E01452.pdf. [5 Oktober 2011]

Materia medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2010: p.92-98.

Nursal, W., Sri dan Wilda S. 2006. Bioaktifitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roxb.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Jurnal Biogenesis 2(2): 64-66.

Prihatman, Kemal. 2000. Budidaya Jahe. Bappenas: Jakarta.

Radiati, L.E., E.P. Nabet, P. Franck, B. Nabet, J. Capiaumont, D. Fardiaz, F.R. Zakaria, I. Sudirman, dan R.D. Haryadi. 2003. Pengaruh ekstrak diklormetan jahe (Zingiber officinale) terhadap pengikatan toksin kolera B-subunit conjugasi (FITC) pada reseptor sel hibridoma LV dan Caco-2. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan XIV(1): 59−67.

Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. PT. Kanisius: Yogyakarta.

Sehgal R, Arya S, Kumar VL. 2005. Inhibitory effect of extracts of latex of Calotropis procera againts Candida albicans: a preliminary study. Indian J. Pharmacol. 37(5):334-335.

Setiadi, Yulius,. Triswaty Dan Sugiarto. 2007. Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) terhadap Candida albicans secara in vitro. Jurnal Biologi Universitas Andalas.

Sulaiman, shubhi. 2006. Hidup sehat dengan habbatus Sauda’. Solo: Darul Faluq.

Wahyuni, A. Hardjono, dan Paskalina H.Y. 2004. Ekstraksi Kurkumin Dari Kunyit. Seminar nasional rekayasa kimia dan proses 2004 issn : 1411 - 4216





DAFTAR PUSTAKA
Ali, B.H., G. Blunden, M. O. Tanira dan A. Nemmar. 2008. Some phytochemical, pharmacological and toxicological properties of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review of recent research. Food and Chemical Toxicology. 46 : 409–420.

Arenas R, Estrada R. Tropical Dermatology. Georgetown : Landes Bioscience; 2001. 17-22.

Arisandi, Y dan Yovita, A.2008. Khasiat Tanaman Obat. Jakarta: Pustaka Buku Murah.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 23rd Edition. Singapore : McGraw-Hill; 2004. 39-40, 58-9, 431-4.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 23rd Edition. Singapore : McGraw-Hill; 2004. 39-40, 58-9, 431-4.

Citiulo F, Moran GP, Coleman DC, Sullivan DJ. 2009. Purification and germination of Candida albicans and Candida dubliniensis chlamydospores cultured in liquid media. FEMS.Yeast Res. 9:1051-1060

Hambali, E . 2005. Membuat Aneka Herbal Tea. Jakarta: Penebar Swadaya.

Harlis. 2011. Uji aktivitas anti bakteri ekstrak patikan kerbau (Euphorbia hirta L) terhadap pertumbuhan E.coli. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 13, ( 1) : 43-48

Hartono. Ida n, fany, wiryanto. 2005. Pengaruh Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap Peningkatan Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) akibat Pemberian Asetaminofen. Jurnal Biofarmasi 3 (2): 57-60, ISSN: 1693-2242.

Indah, Kartika PS., Periadnadi dan Nasril Nasir. 2013. Uji Antimikroba Ekstrak Segar Jahe-Jahean (Zingiberaceae) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.) 2(1) – Maret 2013 : 20-24 (ISSN : 2303-2162).

Jawetz, E., J. L. Melnick dan E. Adelberg. 2005. Mikrobiologi Kesehatan. Penerbit Buku Kesehatan. Jakarta

Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernage RM. Medical microbiology. 10th Edition. Stuttgart : Thieme; 2005. 362-4.

Magdalena M. 2009. Candida albicans. [Terhubung berkala]. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1935/1/09E01452.pdf. [5 Oktober 2011]

Materia medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2010: p.92-98.

Nursal, W., Sri dan Wilda S. 2006. Bioaktifitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roxb.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Jurnal Biogenesis 2(2): 64-66.

Prihatman, Kemal. 2000. Budidaya Jahe. Bappenas: Jakarta.

Radiati, L.E., E.P. Nabet, P. Franck, B. Nabet, J. Capiaumont, D. Fardiaz, F.R. Zakaria, I. Sudirman, dan R.D. Haryadi. 2003. Pengaruh ekstrak diklormetan jahe (Zingiber officinale) terhadap pengikatan toksin kolera B-subunit conjugasi (FITC) pada reseptor sel hibridoma LV dan Caco-2. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan XIV(1): 59−67.

Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. PT. Kanisius: Yogyakarta.

Sehgal R, Arya S, Kumar VL. 2005. Inhibitory effect of extracts of latex of Calotropis procera againts Candida albicans: a preliminary study. Indian J. Pharmacol. 37(5):334-335.

Setiadi, Yulius,. Triswaty Dan Sugiarto. 2007. Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) terhadap Candida albicans secara in vitro. Jurnal Biologi Universitas Andalas.

Sulaiman, shubhi. 2006. Hidup sehat dengan habbatus Sauda’. Solo: Darul Faluq.

Wahyuni, A. Hardjono, dan Paskalina H.Y. 2004. Ekstraksi Kurkumin Dari Kunyit. Seminar nasional rekayasa kimia dan proses 2004 issn : 1411 - 4216
DAFTAR PUSTAKA
Ali, B.H., G. Blunden, M. O. Tanira dan A. Nemmar. 2008. Some phytochemical, pharmacological and toxicological properties of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review of recent research. Food and Chemical Toxicology. 46 : 409–420.

Arenas R, Estrada R. Tropical Dermatology. Georgetown : Landes Bioscience; 2001. 17-22.

Arisandi, Y dan Yovita, A.2008. Khasiat Tanaman Obat. Jakarta: Pustaka Buku Murah.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 23rd Edition. Singapore : McGraw-Hill; 2004. 39-40, 58-9, 431-4.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 23rd Edition. Singapore : McGraw-Hill; 2004. 39-40, 58-9, 431-4.

Citiulo F, Moran GP, Coleman DC, Sullivan DJ. 2009. Purification and germination of Candida albicans and Candida dubliniensis chlamydospores cultured in liquid media. FEMS.Yeast Res. 9:1051-1060

Hambali, E . 2005. Membuat Aneka Herbal Tea. Jakarta: Penebar Swadaya.

Harlis. 2011. Uji aktivitas anti bakteri ekstrak patikan kerbau (Euphorbia hirta L) terhadap pertumbuhan E.coli. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 13, ( 1) : 43-48

Hartono. Ida n, fany, wiryanto. 2005. Pengaruh Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap Peningkatan Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) akibat Pemberian Asetaminofen. Jurnal Biofarmasi 3 (2): 57-60, ISSN: 1693-2242.

Indah, Kartika PS., Periadnadi dan Nasril Nasir. 2013. Uji Antimikroba Ekstrak Segar Jahe-Jahean (Zingiberaceae) Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.) 2(1) – Maret 2013 : 20-24 (ISSN : 2303-2162).

Jawetz, E., J. L. Melnick dan E. Adelberg. 2005. Mikrobiologi Kesehatan. Penerbit Buku Kesehatan. Jakarta

Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernage RM. Medical microbiology. 10th Edition. Stuttgart : Thieme; 2005. 362-4.

Magdalena M. 2009. Candida albicans. [Terhubung berkala]. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1935/1/09E01452.pdf. [5 Oktober 2011]

Materia medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2010: p.92-98.

Nursal, W., Sri dan Wilda S. 2006. Bioaktifitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roxb.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Bakteri Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Jurnal Biogenesis 2(2): 64-66.

Prihatman, Kemal. 2000. Budidaya Jahe. Bappenas: Jakarta.

Radiati, L.E., E.P. Nabet, P. Franck, B. Nabet, J. Capiaumont, D. Fardiaz, F.R. Zakaria, I. Sudirman, dan R.D. Haryadi. 2003. Pengaruh ekstrak diklormetan jahe (Zingiber officinale) terhadap pengikatan toksin kolera B-subunit conjugasi (FITC) pada reseptor sel hibridoma LV dan Caco-2. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan XIV(1): 59−67.

Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. PT. Kanisius: Yogyakarta.

Sehgal R, Arya S, Kumar VL. 2005. Inhibitory effect of extracts of latex of Calotropis procera againts Candida albicans: a preliminary study. Indian J. Pharmacol. 37(5):334-335.

Setiadi, Yulius,. Triswaty Dan Sugiarto. 2007. Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) terhadap Candida albicans secara in vitro. Jurnal Biologi Universitas Andalas.

Sulaiman, shubhi. 2006. Hidup sehat dengan habbatus Sauda’. Solo: Darul Faluq.

Wahyuni, A. Hardjono, dan Paskalina H.Y. 2004. Ekstraksi Kurkumin Dari Kunyit. Seminar nasional rekayasa kimia dan proses 2004 issn : 1411 - 4216
Published
2019-05-08
How to Cite
Suraini, S. (2019). EFEKTIFITAS ANTI JAMUR CAMPURAN REBUSAN JAHE (Zingiber officinale) DAN KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans. PROSIDING SEMINAR KESEHATAN PERINTIS, 1(2), 73. Retrieved from https://jurnal.stikesperintis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/126