Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kejadian Sepsis Neonatal Awitan Dini

  • Enny Fitriahadi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Deny Eka Widyastuti Fakultas Ilmu Kesehatan , Universitas Kusuma Husada
Keywords: karakteristik, ibu hamil, sepsis neonatal awitan dini

Abstract

Sepsis neonatorum awitan dini menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang tinggi pada bayi baru lahir. Dalam pelayanan dan perawatan bayi baru lahir sekitar setengah dari kematian neonatal disebabkan oleh sepsis yang terjadi pada minggu pertama pasca persalinan atau disebut sepsis awitan dini. Faktor penyebab terjadinya sepsis salah satunya adalah Ketuban Pecah Dini (KPD). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian sepsis neonatal awitan dini di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan desain case-control dan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 84 sampel. Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p 0,00 < 0,05 sehingga ada hubungan antara ketuban pecah dini dengan sepsis neonatal awitan dini dengan keeratan hubungan kuat (koefisien kontingensi 0,623). Saran bagi ibu hamil diharapkan dapat lebih waspada terhadap kejadian ketuban pecah dini dengan menghindari faktor risiko dan segera melakukan pemeriksaan jika mengalami ketuban pecah dini pada umur kehamilan berapapun. Penelitian ini dapat juga menjadi skrining dan pemecahan masalah pada kejadian ketuban pecah dini selama kehamilan

Downloads

Download data is not yet available.

References

(POGI)., P. O. dan G. I. (2016). Pedoman Pelayanan Kedokteran Ketuban Pecah Dini. POGI.

Al-Kadri, dkk. (2013). Maternal And Neonatal Risk Factors For Early-Onset Group B Streptococcal Disease: A Case Control Study. International Journal of Women’s Health. 5, 729–735.

Arbainy, Y. (n.d.). Perbandingan Kejadian Sepsis Neonatorum antara Persalinan Pervaginam dengan Persalinan Seksio Sesarea di RSUDZA Banda Aceh. 2015.

B, S. (2000). Neonatal infection: a global perspective.

Chacko, B., S. (2005). Early Onset Neonatal Sepsis. The Indian Journal of Pediatrics., 72(1), 20-26.

Fitriahadi., I. dan. (2019). Hubungan Pendidikan, Pekerjaan, dan Dukungan Suami Terhadap Keteraturan Kunjungan ANC pada Ibu Hamil Trimester III. Jurnal Health Studies., 3(1), 64-70. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31101/jhes.842. https://icon.unisayogya.ac.id/ejournal/index.php/JHeS/article/view/842/320.

Fitriahadi dan Utami. (2020). Deep Back Massage Affecting The Decrease In Pain Intensity And Accelerating The Opening Of Cervix On Maternal Delivery. Journal of Critical Reviews., 7(14).

Gebrehiwot, D. (2012). Predictors of Positive Blood Culture and Death among Neonates with Suspected Neonatal Sepsis in Gondar University Hospital, Northwest Ethiopia. European Journal of Experimental Biology., 2(6).

Hasanah, D. (2016). Analisis Faktor Risiko Jenis Kelamin Bayi, BBLR, Persalinan Prematur, Ketuban Pecah Dini, dan Tindakan Persalinan dengan Kejadian Sepsis Neonatus di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo.

Indonesia, K. R. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015.

Kayange N, D. (2010). Predictors of Positive Blood Culture and Deaths Among Neonates With Suspected Neonatal Sepsis in a Tertiary Hospital, Mwanza-Tanzania. BMC Pediatrics., 10(39), 1–9.

Lissauer, A. (2013). Selayang Neonatalogi (2nd ed.). erlangga.

Maryuni, D. (2017). Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini. National Public Health Journal., 11(3), 133-137.

Patil, D. (2016). Serial C Reactive Protein Values Predict Sensitivity of Organisms to Empirical Antibiotics in Neonates: A Nested Case-Control Study. Archives of Disease in Childhood Journal, Fetal and Neonatal Edition., 101(6), F557-F560.

Putra, P. J. (2012). Insiden dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sepsis Neonatus di RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Sari Pediatri., 14(3).

Remington J, K. J. (2010). Infectious diseases of the fetus and newborn. Philadelphia: WB Saunders. 139–143.

Suwiyoga, S., Budayasa, R. A. (2007). Peran Korioamnionitis Klinik, Lama Ketuban Pecah, dan Jumlah Periksa Dalam pada Ketuban Pecah Dini Kehamilan Aterm terhadap Insiden Sepsis Neonatorum Dini. Cermin Dunia Kedokteran. 158., 34(5), 158–165.

Wilan, D. (2010). A Comstollparison of Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin and Immature to Total Neutrophil Ratio for Diagnosing Early-Onset Neonatal Sepsis. Paediatrica Indonesiana., 56(2), 107-10.

Published
2021-06-30
How to Cite
Fitriahadi, E., & Widyastuti, D. (2021). Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kejadian Sepsis Neonatal Awitan Dini. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 8(1), 26-31. https://doi.org/10.33653/jkp.v8i1.618