Analisa Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan

  • Sugiyanto Sugiyanto STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya
  • Sumarlan Sumarlan STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Keywords: Asupan energi, protein, penyakit infeksi, asi eksklusif, status imunisasi, stunting, Energy intake, infectious diseases, exclusive breastfeeding

Abstract

Kerdil (Stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun, dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang dimasa depan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan Asupan Energi, Protein, Penyakit Infeksi (Diare, ISPA), ASI Eksklusif dan Status Imunisasi dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 dari 150 populasi balita yang diambil menggunakan teknik Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi pada balita mempunyai hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.003, asupan protein memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.010, ASI Eksklusif memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.000, status imunisasi juga memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.003, sedangkan status penyakit infeksi yang perna diderita balita dalam satu bulan terakhir selama dilakukan penelitian tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.075. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah asupan energi, asupan protein, pemberian asi eksklusif serta imunisasi yang lengkap dapat berkontribusi dalam mencegah terjadinya stunting pada balita usia 25-60 bulan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-rahmad, A. H., Miko, A. and Hadi, A. (2013) ‘Kajian Stunting Pada Anak Balita Ditinjau Dari Pemberian Asi Eksklusif , Mp-Asi , Status Imunisasi Dan Karakteristik Keluarga Di Kota Banda Aceh’, Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes, 6(3), pp. 169–184.

Alive & Thrive (2010) ‘Why stunting matters’, Alive & Thrive, pp. 1–7. Available at: http://aliveandthrive.org/sites/default/files/Copy of Brief 2 Why stunting matters_0.pdf.

Anisa, P. (2012) Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25 – 60 Bulan Di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012. Universitas Indonesia.

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N. and Ririanty, M. (2015) ‘Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan ( The Faktors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas )’, e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), pp. 163–170.

Asrar, M., Hadi, H. and Boediman, D. (2010) ‘Pola asuh, pola makan, asupan zat gizi dan hubungannya dengan status gizi anak balita masyarakat Suku Nuaulu di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku’, Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 6(2), pp. 84–94.

Damanik, M. R., Ekayanti, I. and Hariyadi, D. (2010) ‘Analisis Pengaruh Pendidikan Ibu Terhadap Status Gizi Balita Di Provinsi Kalimantan Barat’, Jurnal Gizi dan Pangan, 5(2), p. 69. doi: 10.25182/jgp.2010.5.2.69-77.

Desyanti, C. and Nindya, T. S. (2017) ‘Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang , Surabaya’, Amerta Nutr, 1(3), pp. 243–251. doi: 10.20473/amnt.v1.i3.2017.243-251.

Gibney, M. J., B. M. Margetts, J. M. Kearney dan L. Arab. (2010). Gizi Kesehatan Masyarakat, terjemahan Andry Hartono.

Ilham, D. and Laila, W. (2018) ‘Faktor Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Sekolah dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar’, Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal), 5(1), pp. 30–38.

Izzati, N. (2018) ‘Tahun 2017, 34,8% Anak di Sulsel Derita Stunting’, RakyatKu Health.

Janevic, T. et al. (2010) ‘Risk faktors for childhood malnutrition in Roma settlements in Serbia’, BMC public health, 10, pp. 1–8.

Kemenkes RI (2018) ‘Cegah Stunting itu Penting’, Warta Kermas, pp. 1–27. Available at: www.kesmas.kemkes.go.id.

Kementerian Desa PDTT (2017) ‘Buku saku desa dalam penanganan stunting’, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, pp. 2–13.

Kementrian Kesehatan RI (2014) Pedoman Gizi Seimbang, Kementrian Kesehatan RI.

Koesbardiati, T D. (2014) ‘Membangun Pedoman Gizi Seimbang (PGS) pada Anak Gizi Buruk di Perkotaan melalui Pendekatan Bio-sosio-kultural’, Jurnal BioKultur, 3(1), pp. 212–229.

MCA-Indonesia (2013) ‘Stunting dan Masa Depan Indonesia’, MCA-Indonesia, p. 5. Available at: http://www.mca-indonesia.go.id/assets/uploads/media/pdf/MCAIndonesia-Technical-Brief-Stunting-ID.pdf.

Muchtadi, D., Astawan, M. and Pahlupi, N. S. (2010) ‘Sumber, Fungsi, dan Kecukupan Konsumsi Zat Gizi’, in Modul Pangan dan Gizi, pp. 1–58.

Nova, M. and Afriyanti, O. (2018) ‘Hubungan Berat Badan, Asi Eksklusif, Mp-Asi Dan Asupan Energi Dengan Stunting Pada Balita Usia 24–59 Bulan Di Puskesmas Lubuk Buaya’, Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal), 5(1), pp. 39–45.

PDI Kemenkes RI (2018) Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Semester 1. Edited by N. Kurniasih and A. Satriani. Indonesia: PDI Kemenkes RI.

Ramadhani, F. D. (2020) Analisis Faktor Risiko Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Puskesmas Seberang Padang Kota Padang Tahun 2019. Universitas Andalas Padang.

Semba, R. et al. (2012) ‘Effect of parental formal education on risk of child stunting in Indonesia and Bangladesh: A cross-sectional study’, Lancet, 371, pp. 322–328. doi: 10.1016/S0140-6736(08)60169-5.

Setiawan, E. and Machmud, R. (2018) ‘Artikel Penelitian Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018’, Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), pp. 275–284.

Sugiyanto, Sumarlan and Anto J.Hadi (2020) ‘Analysis of Balanced Nutrition Program Implementation Against Stunting in Toddlers’, Unnes Journal of Public Health, 9(27), pp. 149–159. doi: https://doi.org/10.15294/ujph.v0i0.34141.

Sugiyono (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta

Swathma, D., Lestari, H. and Teguh, R. (2016) ‘Riwayat Imunisasi Dasar Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandai Kota Kendari’, JIM Kesmas, 1(3), pp. 1–10.

Tando, N. M. (2012) ‘Durasi dan Frekuensi Sakit Balita dengan Terjadinya Stunting pada Anak SD di Kecamatan Malalayang Kota Manado’, Gizido, 4(1), pp. 338–348.

Teja Mohammad (2019). Stunting Balita Indonesia dan Penanggulangannya. Info Singkat: kajian singkat terhadap isu aktual dan strategis Vol.XI, No.22/II/Puslit/November/2019. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI Jakarta Pusat.

Uliyanti, Tamtomo, D. G. and Anantanyu, S. (2017) ‘Faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan’, Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2), pp. 1–11. Available at: http://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JVK.

Published
2021-01-13
How to Cite
Sugiyanto, S., & Sumarlan, S. (2021). Analisa Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 7(2), 9-20. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i2.485