Dukungan Sosial Pada Ibu Postpartum Primipara Terhadap Kejadian Postpartum Blues

  • Riani Astri Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Bandung, Jawa Barat Indonesia
  • Ariani Fatmawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia
  • Gina Gartika STIKes Aisyiyah Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Keywords: dukungan sosial, primipara, postpartum blues, social support

Abstract

Postpartum Blues (PPB) jika tidak ditangani akan berkembang menjadi depresi atau psikosa postpartum. Masalah ini dialami oleh sebagian ibu postpartum karena peran barunya sebagai seorang ibu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan sosial pada ibu postpartum primipara terhadap kejadian postpartum blues. Jenis penelitian adalah kuantitaif dengan pendekatan deskiptif korelasi, jumlah sampel 106 orang dengan kriteria inklusi ibu postpartum hari 1-7, semua jenis persalinan, ibu sadar penuh, primipara dan bersedia menjadi responden. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan consecutive sampling dengan tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner Edinburg Postnatal Depression Scale (EPDS) dan postpartum support system and family coping quessionaire. Analisa data dengan chi-square. Ibu postpartum primipara mendapatkan dukungan sosial baik sebanyak 89.6% dan sebanyak 40,6% ibu primipara mengalami postpartum blues. Hasil analisis bivariate didapatkan p-value 0,007 (p-value <0,005) yang berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap kejadian postpartum blues pada ibu primipara di RSKIA Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penting untuk deteksi dini kejadian postpartum blues atau depresi postpartum pada saat ibu hamil.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anuradha, G., & Sebanti, G. (2011). Evaluation of Postpartum Depression in a Tertiary Hospital. The Journal of Obstetrics and Gynecology of India, 61(5), 528–530. https://doi.org/10.1007/s13224-011-0077-9

Arfian, S. (2012). Baby Blues: mengenali penyebab, mengetahui gejala dan mengantisipasinya. Metagraf.

Easterbrooks, M. A., Kotake, C., Raskin, M., & Bumgarner, E. (2016). Patterns of Depression Among Adolescent Mothers: Resilience Related to Father Support and Home Visiting Program. American Journal of Orthopsychiatry, 86(1), 61–68. https://doi.org/10.1037/ort0000093

Fatmawati, A., & Gartika, N. (2019). Hubungan Dukungan Psikososial dan Perencanaan Kehamilan dengan Kejadian Postpartum Blues pada Ibu Remaja. Jurnal BIMTAS, 3(2), 44–51.

Fatmawati, A., Rachmawati, I. N., & Budiati, T. (2018). The influence of adolescent postpartum women’s psychosocial condition on mother infant bonding. Enfermeria Clinica, 28, 203–206.

Fatmawati, D. A. (2015). Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap kejadian Post Partum Blues. Jurnal Eduhealth, 5(2).

Hymas, R., & Gyrard, L. (2019). Predicting Postpartum Depression among adolescent mothers: A systematic review of risk. Journal of Affective Disorders, 246, 873–885.

Irawati, D., & Yuliani, F. (2014). Pengaruh Faktor Psikososial dan Cara Persalinan Terhadap Terjadinya Postpartum Blues Pada Ibu Nifas. Hospital Majapahit, 6(1), 1–14.

Kurniasari, D., & Astuti, Y. A. (2015). Hubungan Antara Karakteristik Ibu, Kondisi Bayi, dan Dukungan Sosial Suami dengan Postpartum Blues pada Ibu dengan Persalinan SC di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Holistik, 9(3), 115–125.

Kusuma, P. D. (2017). Karakteristik Penyebab Terjadinya Depresi Postpartum Pada Primipara dan Multipara. Jurnal Keperawatan Notokusuma, 1(1), 15–19.

Leahy-Warren, P., McCarthy, G., & Corcoran, P. (2011). Postnatal depression in first time mothers: prevalence and relationships between functional and structural social support at 6 and 12 weeks postpartum. Archives of Psychiatric Nursing, 25(3), 174–184.

Lowdermilk, Perry, S. E., & Cashion, K. (2013). Keperawatan Maternitas Edisi 8 Buku 2. Elsevier.

Masruroh. (2013). Hubungan Antara Paritas Ibu dengan Kejadian Postpartum Blues. Jurnal Eduhealth, 3(2), 120–125.

Murtiningsih, A. (2012). Mengenal baby Blues dan Pencegahannya. Niaga Swadaya.

Ningrum, S. P. (2017). Faktor- Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Post Partum Blues. Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 205–218.

Nurfatimah, & Entoh, C. (2018). Hubungan faktor demografi dan dukungan sosial dengan depresi pasca salin. Jurnal Profesi Medika, 11(2), 89–99. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Reid, K., & Taylor, M. (2015). Social Support, Stress, and Maternal Postpartum Depression: A Comparison of Supportive Relationships. Social Science Research, 54, 246–262.

Restyana, C. E. (2014). Kejadian Baby Blues Pada Ibu Primipara di RSUD Bangil Pasuruan. Hospital Majapahit, 6(2), 29–39.

Susanti, L. W., & Sulistiyanti, A. (2016). Faktor Terjadinya Baby Blues Sindrom Pada Ibu Nifas. Jurnal Kebidanan DanF Ilmu Kesehatan, 3(2), 35–44.

Sylvén, S. M., Thomopoulos, T. P., Kollia, N., Jonsson, M., & Skalkidou, A. (2017). Correlates of postpartum depression in first time mothers without previous psychiatric contact. European Psychiatry, 40, 4–12. https://doi.org/10.1016/j.eurpsy.2016.07.003

Wahyuni, S., Murwati, & Supiati. (2014). Faktor-Faktor Internal dan Eksternal Yang Mempengaruhi Depresi Post Partum. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 3(2), 131–137.

Wartisa, F. (2015). Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Bidan Pelaksana Pelayanan KIA dalam Mengkaji Permasalahan Kesehatan Jiwa Ibu NIfas di Wilayah Kerja Puskesmasn Mungka. Perintis Health Journal, 2(2), 149–153.

Yuliawan, D., Rahayuningsih, F. B., & Ambarwati. (2014). Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kesejahteraan Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskemas Kecamatan Miri kabupaten Sragen. Skripsi. Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan [Universitas Muhammadiyah Surakarta]. http://eprints.ums.ac.id/30902/

Published
2020-07-11
How to Cite
Astri, R., Fatmawati, A., & Gartika, G. (2020). Dukungan Sosial Pada Ibu Postpartum Primipara Terhadap Kejadian Postpartum Blues. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 7(1), 16-21. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i1.417