Uji Efektifitas Larutan Bawang Putih (Allium sativum) terhadap pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis

  • Sri Indrayati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Padang, Sumatera Barat, Indonesia
  • Pivin Eno Diana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Keywords: Bawang Putih (Allium sativum), acne vulgaris, zona hambat, Staphylococcus epidermidis, inhibitory zone

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) merupakan jenis tanaman umbi lapis yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Umumnya bawang putih dimanfaatkan sebagai bumbu dalam berbagai jenis masakan, selain itu bawang putih memiliki kandungan diallildisulfida  (DADS) dan dialliltrisulfida (DATS) yang berperan sebagai anti bakteri. Acneovulgarisoatau yang lebih dikenal denganonama jerawat merupakan penyakit kulitoobstruktif danoinflamatif yangodisebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis.  Tujuanodari penelitian ini untuk mengujiodaya hambat larutan bawang putihoterhadap pertumbuhan bakteri S. epidermidis serta untuk mengetahuiokonsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasilopenelitian ini diharapkan dapatomenjadi sumber informasiobagi masyarakat mengenaiomanfaat larutan bawang putihodalam menghambatopertumbuhan S. epidermidis sehingga dapat menjadi alternatif dalam pengobatan jerawat. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode disk diffusion. Penelitian ini dilakukan sebanyak enam kali pengulangan. Kontrolopositif menggunakan antibioticoamoxicillin danocontrol negatifnyaoadalah aquadestosteril sedangkan konsentrasiolarutan bawangoputih yang digunakanoadalaho10%, 40%, 70%, 100% . Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan bawang putih memilikiodaya hambat terhadapopertumbuhan bakteri S.epidermidis serta konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis adalah pada konsentrasi 70%. Hasil penelitian iniodapat menjadi acuan bahwa larutan bawang putih dapat dijadikan sebagai penghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis sehingga dapat menjadi alternatif dalam pengobatan, salahsatunya dalam pengobatan  jerawat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriyanti, R. N. (2015). Akne Vulgaris Pada Remaja. Medical Faculty of Lampung University, 4(6), 102–109.

Gaol, Y. E. L., Erly, E., & Sy, E. (2017). Pola Resistensi Bakteri Aerob pada Ulkus Diabetik Terhadap Beberapa Antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011 - 2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 164. https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.664

Karimela, E. J. (2018). Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Staphylococcus Epidermis Pada Isolation and Identification of Staphylococcus Epidermis Bacteria in Pinekuhe Smoked Fish. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 9(1), 35–42.

Kurniawan, B., & Aryana, W. F. (2015). Binahong ( Cassia Alata L ) AS inhibitor of Escherichia coli growth. Faculty of Medicine Lampung University, 4(4), 100–104.

Mardiyah, S. (2018). Efektivitas Anti Bakteri Perasan Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/ Technology), 1(2), 44–53.

Mei, D. (2016). Pengaruh infusa daun beluntas (Pluchea indica)Terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Life Science, 4(1), 60–65.

Meilina, N. E., & Hasanah, A. N. (2018). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis ((Garnicia mangostana L.) Terhadap bakteri Penyebab Jerawat. Farmaka, 16(2), 322–323.

Mulyadi, M., Wuryanti, W., & Sarjono, P. R. (2017). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang-Alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Melalui Metode Difusi Cakram. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 20(3), 130–135. https://doi.org/10.14710/jksa.20.3.130-135

Prihandani, S. S. (2015).Uji daya antibakteri bawang putih (Allium sativum L.) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhimurium Dan Pseudomonas aeruginosa Dalam meningkatkan keamanan pangan Jurnal Informatika Pertanian, 24(1), 53. https://doi.org/10.21082/ip.v24n1.2015.p53-58

Purwantiningsih, T. I., Rusae, A., & Freitas, Z. (2019). Uji In Vitro Antibakteri Ekstrak Bawang Putih sebagai Bahan Alami untuk Menghambat Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Garlic Extract Antibacterial In Vitro Test as Nature Inggredient to Inhibit Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Sains Peternakan, 17(1), 1–4. https://doi.org/10.20961/sainspet.v%vi%i.23940

Salim, H. H. U. (2016). Pengaruh Aktivitas Antimikroba Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Bakteri Gram Positif (Staphylococcus aureus) dan Gram Negatif (Escherichia coli) Secara In Vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 7, 66–70.

Soraya, C., Chismirina, S., & Novita, R. (2018). Pengaruh perasan bawang putih (Allium sativum L.) sebagai bahan irigasi saluran akar dalam menghambat Enterococcus faecalis SECARA IN VITRO. Cakradonya Dental Journal, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.24815/cdj.v10i1.10609

Upa, G., Ali, A., & Purnamasari, Y. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Putih ( Allium sativum ) terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhii dan Shigella dysenteriae. Medula, 4(2), 355–360.

Vilar, G. N., Dos Santos, L. A., & Filho, J. F. S. (2015). Quality of life, self-esteem and psychosocial factors in adolescents with acne vulgaris. Anais Brasileiros de Dermatologia, 90(5), 622–629. https://doi.org/10.1590/abd1806-4841.201533726

Wahdaningsih, S., Untari, E. K., & Fauziah, Y. (2014). Antibakteri Fraksi n-Heksana Kulit Hylocereus polyrhizus Terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Pharmaceutical Sciences and Research, 1(3), 180–193. https://doi.org/10.7454/psr.v1i3.3490

Zahrah, H., Mustika, A., & Debora, K. (2018). Aktivitas Antibakteri dan Perubahan Morfologi Dari Propionibacterium Acnes Setelah Pemberian Ekstrak Curcuma Xanthorrhiza. Jurnal Biosains Pascasarjana, 20(3), 3. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473

Published
2020-07-11
How to Cite
Indrayati, S., & Diana, P. (2020). Uji Efektifitas Larutan Bawang Putih (Allium sativum) terhadap pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 7(1), 22-31. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i1.403