Efektifitas Akupresur Terhadap Derajat Restless Leg Syndrome Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis

  • Defrima Oka Surya STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
  • Ria Desnita STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
Keywords: hemodialisis, gagal ginjal, perawat, restless leg syndrome

Abstract

Komplikasi yang sering dialami oleh pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis adalah Restless Leg Syndrome (RLS). RLS terjadi karena penurunan fungsi neuron dopaminergik diensafalik A11. Akupresur dapat menstimulasi reseptor sensori dan fungsi saraf otonom sehingga menimbulkan vasoaktif neuropeptida calcitonin gene-related peptide dan substansi p yang berdampak pada peningkatan aliran darah dan memperbaiki fungsi neuron dopaminergik diensafalik A11. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas akupresur terhadap derajat RLS pada pasien hemodialisis. Desain penelitian adalah quasi experiment menggunakan pendekatan pre dan post with control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan besar sampel 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner International Restless Leg Syndrome Scale. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Paired T-Test dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan akupresur efektif menurunkan derajat restless leg syndrome pada pasien hemodialisis pada kelompok intervensi (p=0,001). Disimpulkan bahwa akpresur efektif dalam menurunkan derajata restless leg syndrome pada pasien hemodialisis. Diharapkan perawat dapat menerapkan terapi akupresur pada pasien yang menjalani hemodialisis khususnya pasien yang mengalami restless leg syndrome.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abetz, L., & Kirsch, J. (2006). The reliability, validity and responsiveness of the International Restless Legs Syndrome study group rating scale and subscales in a clinical trial setting. Sleep Medicine, 7(4), 340-349. https;//doi.org/10.1016/j.sleep.2005.12.011.

Chatterjee, S. S., Mitra, S., Guha, P., & Chakraborty, K. (2015). Prevalence of restless legs syndrome in somatoform pain disorder and its effect on quality of life. Journal of Neurosciences in Rural Practice, 6(2), 160–164. https://doi.org/10.4103/0976-3147.153219

Cui, Y., Wang, Y., & Liu, Z. (2008). Acupuncture for restless legs syndrome. Cochrane Systematic Review, 1-8. https://doi.org/10.1002/14651858.CD006457.pub2

Dahlan, M. S. (2013). Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Dergisi, H. Y. (2006). Acupressure Akupressur. Journal of Hacetteppe University School of Nursing, 304, 43–47.

Einollahi, B., & Izadianmehr, N. (2014). Restless leg syndrome: A neglected diagnosis. Nephro-Urology Monthly, 6(5). https://doi.org/10.5812/numonthly.22009

Fengge, A. (2012). Terapi Akupresur : Manfaat dan Teknik Pengobatan. Edisi 1. Yogyakarta : Circle Crop.

Fukutome, T. (2018). Acupuncture point injection markedly improved sensory symptoms and motor sign in 2 patients with restless legs syndrome. Clinical Case Report, 6, 1353-1357.https://doi.org/10.1002/ccr3.1619

Gheshlagh, R. G., Farajzadeh, M., Zarei, M., Baghi, V., Dalvand, S., & Sayehmiri, K. (2017). The prevalence of restless legs syndrome in patients undergoing hemodialysis: A systematic review and meta-analysis study. Basic and Clinical Neuroscience, 8(2), 105–112. https://doi.org/10.18869/nirp.bcn.8.2.105

Lee, J. (2009). A review of restless legs syndrome in patients on hemodialysis. Kidney, 18(1), 913. doi: 10.1007/s00596-008-0055-0.

O’Callaghan, Chris. (2009). At a glance sistem ginjal. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pan, W., Wang, M., …, Yanamoto., Y. (2015). Actigraph evaluation of acupuncture for treating restless leg syndrome. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015, 1-9. DOI: 10.1155/2015/343201

Raissi, G.R., Forogh, B., Ahadi, T., …, Sajadi, S. (2017). Evaluation of acupuncture in the treatment of restless legs syndrome: A randomized controlled trial. Journal of Acupuncture and Meridian Studies, 10(5), 346-350.

Saputra, K. & Sudirman, S. (2009). Akupunktur untuk Nyeri dengan Pendekatan Neurosain. Jakarta: CV Sagung Seto

Surya, D. O., Rekawati, E., & Widyatuti, W. (2018). Akupresur Efektif Meningkatkan Nilai Ankle Brachial Index Pada Diabetisi. Jurnal Endurance, 3(2), 408. https://doi.org/10.22216/jen.v3i2.2705

Sukandar, Enday. (2013). Nefrologi klinik. Bandung: Pusat Informasi Ilmiah.

Weis. (2010). Acupressure. New York: Oxford University Press

Published
2019-12-31
How to Cite
Surya, D., & Desnita, R. (2019). Efektifitas Akupresur Terhadap Derajat Restless Leg Syndrome Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 6(2), 104-109. https://doi.org/10.33653/jkp.v6i2.283